Apa yang Baru dari KBLI 2025?

Diposting pada

Panduan Lengkap, Praktis, dan Aman untuk Notaris dan Pengusaha

KBLI bukan sekadar daftar kode statistik. Dalam praktik sehari-hari, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menentukan sah atau tidaknya kegiatan usaha dari sisi perizinan, investasi, dan bahkan kekuatan hukum suatu akta. Bagi notaris, KBLI melekat langsung pada maksud dan tujuan badan usaha. Bagi pengusaha, KBLI menjadi pintu masuk OSS, penentuan tingkat risiko, hingga kewajiban perizinan lanjutan.

Hadirnya KBLI 2025 menandai perubahan besar. Bukan hanya penyesuaian nomor, tetapi transformasi cara negara mengklasifikasikan aktivitas ekonomi modern: digital, platform, kecerdasan buatan, dan ekonomi hijau.

Pertanyaannya kini bukan lagi apa itu KBLI, melainkan:

Apa yang baru dari KBLI 2025, siapa yang terdampak, dan apa langkah paling aman yang harus dilakukan?

Sekilas tentang KBLI 2025

KBLI 2025 merupakan pembaruan dari KBLI 2020 yang disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mengacu pada International Standard Industrial Classification (ISIC) Revision 5. Penyusunan KBLI 2025 mempertimbangkan:

  • Perkembangan model bisnis digital
  • Pertumbuhan ekonomi berbasis platform
  • Isu keberlanjutan dan ekonomi hijau
  • Kebutuhan sinkronisasi data OSS, investasi, dan statistik nasional

Fakta Penting KBLI 2025

  • Tetap terdiri dari 22 kategori lapangan usaha
  • Jumlah kode mencapai sekitar 1.558 KBLI
  • Lebih adaptif terhadap usaha berbasis jasa, teknologi, dan inovasi

Apa yang Benar-Benar Baru dari KBLI 2025?

1. Pengakuan Resmi Jenis Usaha Baru

KBLI 2025 secara tegas mengakomodasi jenis usaha yang sebelumnya tidak terklasifikasi secara presisi dalam KBLI 2020.

Beberapa di antaranya:

  • Content creator dan digital content production (podcast, streaming, game)
  • Platform digital dan intermediary services
  • Artificial Intelligence (AI) dan data processing services
  • Ekonomi hijau, termasuk penangkapan karbon dan energi terbarukan
  • Factoryless Goods Producer (FGP)

Implikasi penting:
Usaha tidak lagi harus “dipaksakan” masuk ke KBLI yang kurang relevan. Akta dan izin usaha kini dapat mencerminkan kegiatan usaha yang sebenarnya.

2. Perubahan Struktur KBLI (Bukan Sekadar Ganti Nomor)

KBLI 2025 membawa perubahan struktur yang signifikan melalui beberapa pola berikut:

Pola PerubahanPenjelasan
One to OneSatu KBLI lama menjadi satu KBLI baru
Many to OneBeberapa KBLI lama digabung
One to ManySatu KBLI lama dipecah menjadi beberapa
New EntryKode KBLI baru yang sebelumnya tidak ada

Contoh kasus:
Pada sektor perikanan tangkap, beberapa KBLI yang sebelumnya dibedakan berdasarkan alat tangkap kini digabung menjadi satu KBLI yang lebih umum.

Dampak praktis:
Akta dan izin lama berpotensi tidak lagi sinkron dengan sistem OSS jika tidak dilakukan pemetaan ulang.

Dampak KBLI 2025 terhadap OSS dan Perizinan Berusaha

Dalam sistem OSS Risk Based Approach (OSS RBA), KBLI berfungsi sebagai bahasa utama. Setiap perubahan KBLI akan berdampak langsung pada:

  • Penentuan tingkat risiko usaha
  • Jenis perizinan dasar dan operasional
  • Kewajiban dokumen lingkungan
  • Klasifikasi kegiatan dalam LKPM

Kesalahan memilih KBLI bukan persoalan administratif semata, tetapi dapat berujung pada:

  • Penolakan sistem OSS
  • Ketidaksesuaian izin
  • Risiko sanksi administratif

KBLI sebagai Substansi Akta

Dalam praktik kenotariatan, KBLI bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari substansi:

  • Maksud dan tujuan perseroan
  • Kegiatan usaha
  • Kepatuhan administratif terhadap perizinan

Jika KBLI tidak sesuai dengan kegiatan nyata:

  • Akta berpotensi tidak sinkron dengan OSS
  • Risiko penolakan perizinan
  • Potensi masalah dalam pemeriksaan atau audit

Apakah Akta Harus Diubah Sekarang?

Jawabannya: tidak selalu.

Prinsip yang perlu dipahami:

  • Akta lama tetap berlaku selama KBLI 2025 belum diwajibkan secara operasional
  • Perubahan akta diperlukan apabila:
    • Ada perubahan kegiatan usaha
    • Ada penambahan izin
    • Terjadi migrasi sistem OSS
    • Diperlukan penyesuaian tingkat risiko

Peran notaris menjadi semakin strategis, bukan sekadar menuliskan KBLI, tetapi memitigasi risiko hukum klien.

Dampak Nyata bagi Pengusaha

Bagi Pengusaha Eksisting

  • Melakukan mapping KBLI lama ke KBLI 2025
  • Mengevaluasi kesesuaian izin usaha
  • Mengantisipasi perubahan tingkat risiko

Bagi Pengusaha Baru

  • Pilihan KBLI lebih presisi
  • Risiko hukum lebih terkendali
  • Lebih sesuai dengan realitas bisnis modern

Perbandingan Ringkas KBLI 2020 dan KBLI 2025

AspekKBLI 2020KBLI 2025
Usaha digitalTerbatasLebih spesifik
Ekonomi hijauMinimDiakomodasi
Factoryless ProducerTidak jelasDiklasifikasikan
Integrasi OSSKurang adaptifLebih terintegrasi

Strategi Aman Menghadapi KBLI 2025

Untuk Notaris

  1. Memberikan edukasi awal kepada klien
  2. Melakukan pemetaan KBLI secara cermat
  3. Menghindari pendekatan “asal cocok”
  4. Mendokumentasikan dasar pemilihan KBLI

Untuk Pengusaha

  1. Memeriksa KBLI yang digunakan saat ini
  2. Membandingkan dengan struktur KBLI 2025
  3. Berkonsultasi sebelum mengubah izin
  4. Tidak menunggu hingga sistem OSS menolak

FAQ Seputar KBLI 2025

Apakah izin usaha lama otomatis batal setelah KBLI 2025 berlaku?

Tidak. Izin usaha yang telah terbit tetap berlaku sepanjang tidak ada kewajiban penyesuaian yang ditetapkan secara eksplisit dan tidak ada perubahan kegiatan usaha.

Apakah semua badan usaha wajib mengubah KBLI di akta?

Tidak. Perubahan KBLI diperlukan apabila terdapat ketidaksesuaian kegiatan usaha, penambahan izin, atau saat dilakukan perubahan anggaran dasar.

Apakah notaris bertanggung jawab atas pemilihan KBLI klien?

Notaris tidak menentukan model bisnis klien, namun memiliki peran strategis untuk memastikan KBLI yang dicantumkan rasional, relevan, dan defensible secara hukum.

Kapan KBLI 2025 mulai digunakan dalam OSS?

KBLI 2025 mulai efektif setelah ditetapkan secara resmi dan diintegrasikan penuh ke sistem OSS RBA.

KBLI 2025 bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan transformasi cara negara membaca dan mengatur aktivitas ekonomi. Bagi notaris, ini adalah ujian ketelitian dan tanggung jawab profesi. Bagi pengusaha, ini adalah peluang untuk menata usaha dengan lebih presisi dan aman.

Mereka yang memahami KBLI 2025 lebih awal akan melangkah lebih tenang, lebih patuh, dan lebih siap menghadapi dinamika usaha ke depan. (ysp)

Gambar Gravatar
Dosen, Notaris, PPAT & Blogger Ilmu-Ilmu Hukum Kenotarisan bertempat tinggal di Kabupaten Banyuwangi